Cara Negosiasi Gaji untuk Fresh Graduate

Negosiasi gaji biasanya terjadi di bagian akhir  wawancara kerja. Bagi yang berpengalaman kerja, bagian ini biasa saja karena mungkin sudah memiliki jurus negosiasi sendiri.
Namun, bila fresh graduate, mungkin mengetahui cara negosiasi gaji.
Negosiasi gaji adalah hal yang tidak mudah, terlebih bagi Anda yang fresh graduate. Cobalah kelima tips yang saya uraikan di atas saat bernegosiasi gaji pertama.
Jangan khawatir seperti apa hasilnya nanti, yang penting memiliki pengalaman negosiasi gaji.
Jangan khawatir atau galau. Berikut lima tips negosiasi gaji yang akan membantu Anda dalam mendapatkan gaji pertama Anda.

1. Cari tahu data gaji
Sebelum melakukan wawancara kerja, cari tahu dulu data gaji sesuai dengan posisi yang incar, latar belakang pendidikan, atau lokasi perusahaan.
Jika melamar posisi umum yang tidak sesuai dengan latar belakang pendidikan, cari tahu upah minimum regional (UMR) di daerah tempat perusahaan berada.
Sebagai contoh, berikut UMR di lima kota besar Indonesia:
Jakarta: Rp 2,7 juta
Bandung: Rp 2,31 juta
Surabaya: Rp 2,71 juta
Tangerang: Rp 2,73 juta
Bekasi: Rp 2,9 juta

2. Sebut gaji spesifik yang Anda minta
Bila saat wawancara kerja Anda ditanya minta gaji berapa, jawab dengan menyebut angka yang spesifik, bukan kisaran.
Dengan angka gaji yang spesifik Anda menunjukkan bahwa Anda orang yang tegas mengenai keuangan dan menghargai nilai diri sendiri.
Jangan ragu, sebut saja sesuai dengan hasil riset data gaji yang Anda lakukan pada tahap sebelum wawancara.

3. Gigih jika penawaran pertama Anda ditolak
Jika penawaran pertama gaji Anda ditolak, jangan kecewa atau sedih. Gigihlah mempertahankan gaji yang Anda minta secara santun.
Hal ini bisa Anda lakukan dengan mengungkapkan alasan Anda meminta gaji sebesar itu. Misalnya, untuk biaya hidup bulanan, menabung, dan memberi orag tua.
Selain itu, jelaskan juga manfaat yang akan diterima perusahaan dengan menggaji Anda sebesar itu. Jangan ragu untuk “menjual diri” Anda secara santun dan profesional.

4. Fleksibel
Jika pihak perusahaan tidak mau dengan besarnya gaji yang Anda minta dan menawarkan gaji yang lebih rendah, lakukan teknik fleksibel yaitu Anda bertanya mengenai kompensasi lain di luar gaji pokok.
Misalnya, Anda bertanya tentang biaya transportasi, asuransi kesehatan, atau bonus tahunan.
Jika Anda puas dengan kompensasi tersebut, terimalah gaji yang ditawarkan pihak perusahaan.
Jangan merasa kecewa atau sedih, yang penting Anda bekerja dulu sehingga memiliki pengalaman bekerja yang bisa bermanfaat untuk melamar posisi yang lebih baik di perusahaan lain di kemudian hari.

5. Berdoa
Ada kalanya, pihak pewawancara kerja tidak memutuskan jumlah gaji yang mereka terima karena alasan tertentu, dan akan memberitahu Anda kemudian.
Jika ini terjadi, berdoalah sesuai agama Anda agar apa yang Anda inginkan terwujud. Jangan sepelekan kekuatan doa karena doa banyak manfaatnya.